Bila kita kembali melakukan analisa terhadap ekonomi dunia yang terjadi belakangan ini. Bisa jelas terlihat bahwa bursa di Amerika dan Eropa kembali rebound setelah sekian lama terombang ambing dalam ketidak jelasan. Sebaliknya di Asia yang terjadi sebaliknya. Bursa utama di Asia justru mengalami koreksi dalam waktu 1 bulan kebelakang. Seperti yang diketahui bahwa meski IHSG tetap naik 0.75% selama 1 minggu terakhir namun Net sell dana asing masih terus terjadi. Hal ini secara garis besar dapat digambarkan dengan perpindahan dana tersebut kembali ke negara asalnya untuk memperkuat ekonominya. Pertanyaannya adalah akankah uang tersebut kembali diinvestasikan ke Indonesia setelah negara-negara tersebut sudah pulih?
Jawabannya mungkin bisa bervariasi, hampir semua orang dalam negeri optimis Capital Outflow tersebut akan kembali ke Indonesia bahkan dalam jumlah yang amat besar. Sayapun sependapat dengan ini. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila kita mencermati isu yang ada sekarang antara money manager dunia tentang perpindahan investasi mereka dari emerging market ke benua Afrika karena resiko yang sudah terlalu tinggi di emerging market. Mereka menilai ekonomi emerging sekarang memiliki resiko yang tinggi dan lebih memilih Afrika yang sektornya belum banyak berkembang. Seperti yang dilakukan Barclays Africa.co yang mulai melakukan investasi pada bursa di Afrika Selatan. Seperti yang kita ketahui bisnis bidang infrastructure di Afrika sangat menjanjikan karena infrastructure seperti listrik dan air masih buruk dan demandnya sangat tinggi disana. Hal ini perlu dicermati secara seksama karena menyangkut perekonomian negara Indonesia dan mungkin bisa menjadi jawaban mengapa dana asing belum masuk kembali ke bursa Indonesia.
Bila hal ini terjadi maka Indonesia harus kembali berbenah di dalam negeri untuk menarik dana asing tersebut mau masuk kembali. Mulai dari pemerintahan dan politik yang stabil, kebijakan investasi yang memudahkan investasi jangka panjang, serta infrasturcture yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Semua ini harus terus dikembangkan secara selaras agar membentuk ekonomi yang kuat dan sustain.
Untuk IHSG sendiri, kondisi sudah stabil dan memasuki akhir tahun 2013. Bila kita mencermati fenomena yang selama ini terjadi adalah widow dressing biasanya terjadi pada akhir tahun buku perusahaan. Banyak dari perusahaan akibat dari pelemahan beberapa bulan terakhir membuat harga saham mereka anjlok melebihi harga pembukaan awal tahun ini. Tentu penurunan nilai perusahaan ini tidak baik bagi perusahaan apalagi bila melihat mayoritas perusahaan yang listing di bursa mencetak laba yang sangat baik. Akan sangat mengecewakan pemegang saham apabila kondisi ini terjadi.
Oleh karena itu, kita bisa memanfaatkan peluang ini untuk terjun lebih dahulu pada perusahaan besar yang memiliki harga dibawah harga pembukaan awal tahunnya dan membukukan kinerja yang cemerlang tahun ini. Sudah waktunya portfolio untuk agresif dan memanfaatkan peluang ini. Hingga akhir tahun pun nampaknya belum akan ada perubahan kebijakan ekonomi dari negara-negara lain.
"Be Greed when other fearful, Be Fearfull when others greed" Good luck!
.jpg)
No comments:
Post a Comment